Apa sih Investasi Reksa Dana? Resikonya ada gak ya?
26 August 2019

 

Keuangan – Saat ini, hampir semua orang sudah berpikiran untuk melakukan investasi dengan tujuan masa depan yang lebih baik. Pastinya sobat juga pernah berpikiran untuk investasi atau sudah melakukan investasi? Buat sobat yang sudah melakukan investasi, investasi apa sih yang kalian lakukan? Kalau yang belum, apa kalian sudah tahu ingin ber-investasi seperti apa?

 

Banyak cara untuk melakukan investasi, salah satunya adalah investasi reksa dana. Kata reksa dana mungkin sudah  tidak asing lagi di telinga sobat yang ingin atau pun sudah melakukan investasi. Apa sih itu investasi reksa dana? Yuk simak ya sobat.

 

Investasi Reksa Dana

Sumber : asset.kompas.com

 

Reksa dana adalah sebuah wadah (investasi kolektif) yang dananya dikumpul dari masyrakat (investor) dan nantinya dikelola oleh manager investasi resmi ke dalam beberapa instrument seperti saham, obligasi, atau deposito. Reksa dana secara resmi akan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Investasi seperti ini cocok buat sobat yang tidak ingin kesulitan dalam berinvestasi dan dapat dibilang cukup aman.

 

Dalam teknisnya, melakukan investasi reksa dana, sobat hanya cukup mencari produk reksadana yang sesuai, pilih manager investasi, baca prospektusnya, lalu lakukan pembelian (subscription) dan transfer dananya. Reksa dana nanti akan dikelola oleh seorang manager investasi sehingga sobat tidak perlu repot daam memilih dan mengelola dana tersebut.

 

Reksa dana mulai dikenal di Indonesia sejak 1995 dan berkembang pesat mulai dari tahun 1996 dengan harapan dapat memudahkan masyarakat luas dalam berinvestasi di pasar modal. Investasi reksa dana cukup mudah dipahami untuk orang awam, namun bukan berarti tidak memiliki resiko. Kalau sobat orang yang berani mengambil resiko, investasi ini kiranya cocok untuk sobat

 

Resiko dalam Reksa Dana

Sumber : corfina.id

 

Penting untuk sobat mengetahui tidak hanya keuntungan dari ber-invetasi, tetapi juga harus mengetahui resiko-resikonya. Sobat harus memahami serta mempelajari produk investasi yang nantinya akan dibeli dengan melihat resikonya.  Pemahaman yang minim akan membuat sobat bisa mempunyai masalah kedepannya.

 

Sobat harus memahami proses dan teknisnya investasi ini.  Seperti yang telah dijelaskan, dana investasi reksa dana dikelola oleh manager investasi . Artinya, dana tersebut tidak ditangan manager, melainkan berada di bank kustodian yang tugasnya menyimpan dana tersebut selama investasi dilakukan.  Manager investasi dan bank kustodian dalam hal ini melakukan kerjasama terkait investasi yang sobat lakukan. Sebagai seorang investor, sobat pasti punya kekhawatiran mengenai yang di investasikan, bukan?

 

Nah, agar tidak khawatir untuk melakukan investasi reksa dana, penting untuk sobat memahami resiko dan juga tugas dari pihak-pihak yang terlibat.

 

1.Manager reksa dana bangkrut

Manager investasi dari produk yang sobat pilih bisa saja mengalami kebangkrutan. Apapun bisa terjadi dalam bisnis keuangan. Namun, sobat bisa tetap tenang karena dana sobat bukan berarti juga hilang.

Pada intinya, dana investasi sobat berada di dalam sebuah bank kustodian dan bukan berada di tangan manager yang sobat pilih jasanya. Dengan begitu, dana tetap aman dan tidak hilang.  Sebab dana yang terkumpul di dalam reksa dana bukanlah aset yang dimiliki oleh manager investasi.

 

2.Bank kustodian bangkrut

Apabila sampai bank yang sobat pilih bangkrut, ada kemungkinan investasi sobat di dalam bank tersebut lenyap karena reksa dana adalah jenis investasi yang tidak dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Reksa dana hanya bersifat titipan saja di dalam keuangan perbankan, yang dimana dana tersebut tidak akan tercantum di laporan keuangan bank yang bersangkutan.  Sisi positifnya,  kedudukan sebagai dana titipan membuat reksa dana tidak dapat masuk dalam aset sitaan jika sewaktu-waktu bank kustodian mengalamin kebangkrutan.

 

3.Menyebar resiko reksa dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan peraturan mengenai pengelolaan reksa dana, mengingat tingginya resiko yang bisa terjadi pada reksa dana, yaitu seorang manager investasi wajib melakukan diverifikasi tehadap dana yang dikelolanya. Dengan mengacu pada peraturan ini, manager investasi hanya bisa menempatkan modal reksa dana maksimal sebesar 10% di setiap perusahaan, maka setiap modal reksa dana akan dibagi dalam 10 perusahaan sekaligus secara merata. Hal ini penting untuk dilakukan untuk mencegah bila sewaktu-waktu ada perusahaan penerbit saham bangkrut atau mengalami gagal bayar tidak memberatkan ke investor.

 

Demikian sobat sekilas mengenai Investasi reksa dana, tertarik mulai berinvestasi? Pelajarin dan pahami dulu ya sobat sebelum memulainya. Coba juga untuk membaca refrensi lain mengenai investasi reksa dana agar kamu tidak salah melakukan investasi.

 

 

Sumber :

cermati.com

bareksa.com

Artikel Terbaru
Artikel Populer
BLOG
Ingat HARI RABU Redeem Jam 12 Siang!
17 Sep 2019
4 Tempat Untuk Kamu yang Ingin Melakukan Thrift Shopping
13 Sep 2019
5 Restoran All You Can Eat di Jakarta yang Murah Tetap Enak
12 Sep 2019
Ikuti Kami di Social Media
Unduh Aplikasi Kami